Saturday, February 17, 2018

MANFAAT PENERAPAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) DI PERGURUAN TINGGI

Oleh:  Wayan Suanda(1),

I G. L. Rai Arsana(2)  

PENDAHULUAN          
Secara umum, pengertian penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan tinggi adalah: (1) Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga pelanggan memperoleh kepuasan.; dan (2) Proses untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Dengan kata lain, perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif), serta mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitu kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu. Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan syarat-syarat normatif yang wajib dipenuhi oleh setiap PT. Syarat-syarat tersebut tertuang dalam beberapa asas, yaitu (1) Komitmen; (2) Internally driven; (3) Tanggungjawab/pengawasan melekat; (4) Kepatuhan kepada rencana; (5) Evaluasi dan (6) Peningkatan mutu berkelanjutan.             Dengan kegiatan evaluasi diri  perguruan tinggi oleh perguruan tinggi sendiri (internally driven), untuk memenuhi atau melampaui SNP secara berkelanjutan/continuous improvement. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi. Sistem Pencapaian tujuan penjaminan mutu melalui SPMI, pada gilirannya akan diakreditasi melalui sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) oleh BAN-PT. Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dipandang sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia.  

MANFAAT PENERAPAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL  DI PERGURUAN TINGGI              
Berdasarkan paparan pada pendahuluan di atas, maka perlu adanya perubahan paradigma pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia oleh seluruh civitas akademika di perguruan tinggi bersangkutan. Kami yang ditugasi bekerja pada Badan Penjaminan Mutu (BPM) IKIP PGRI Bali di Denpasar, merasa terpanggil untuk melakukan tugas seperti yang diisyaratkan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Tugas BPM merupakan tugas mulia untuk meluruskan perjalanan pendidikan tinggi di Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing di tingkat global. Tugas mulia ini hendaknya menjadi kewajiban yang perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder) secara bersama-sama. Keberadaan BPM ini hendaknya menjadi suatu bagian dari budaya kerja lembaga pendidikan tinggi yang independen dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi, sehingga menjadi quality control dalam kendali mutu pendidikan di perguruan tinggi.           Adanya kendali mutu yang dilakukan di perguruan tinggi yang bernama BPM atau sejenisnya, paling tidak memberikan standar nasional jaminan kualitas pendidikan di perguruan tinggi, sehingga memberikan angin segar dalam menunjang peningkatan kualitas lulusan yang dihasilkan oleh suatu perguruan tinggi. Keberadaan perguruan tinggi yang berkualitas dalam pengelolaannya akan menjadi incaran bagi masyarakat yang mencari pendidikan berkualitas. Kondisi ini menjadi suatu proses simbiosis mutualisme, yang menimbulkan suatu percepatan penyediaan sumber daya manusia (SDM) melalui lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi tersebut. Demikian juga manfaat yang didapat perguruan tinggi untuk pengembangan dirinya sebagai perguruan tinggi yang favorit dan selalu diperebutkan oleh calon mahasiswa, seperti yang lumrah digaungkan “Tidak ada Warung Makanan yang Enak dan Sehat menjadi Sepi Pembeli”. Begitu pula akan terjadi pada perguruan tinggi yang selalu mengedepankan mutu, apalagi melebihi standar minimal dari mutu yang ditetapkan dalam SPMI.           Kami sebagai Perguruan Tinggi IKIP PGRI Bali, sangat memahami pentingnya suatu mutu dalam pendidikan di perguruan tinggi, sehingga kualitas itu menjadi prioritas. Adanya penjaminan mutu di IKIP PGRI Bali menjadikan peningkatan kuantitas dan kualitas kerja yang wajib dilakukan oleh semua sivitas akademika. Untuk mencapai kualitas yang minimal memiliki Standar Nasional seperti acuan dalam SPMI, maka kami senantiasa melakukan proses itu melalui peningkatan dalam penjaminan mutu untuk menuju budaya mutu yang berkelanjutan di IKIP PGRI Bali. Adanya budaya kerja yang taat asas dan disiplin menjadikan IKIP PGRI Bali siap dalam menyongsong SPME yang dilaksanakan oleh pihak terkait.

Share This

0 comments: